Selasa, 30 Desember 2014

Hindarii!

Suudzon?
Tau DOSA! Lantas?
Bangga atas ucapan yang kamu sebut?
Tanpa kau sadari, syaithan telah berhasil mengodamu.
Menuduh dan memfitnah seseorang itu gampan, tidak sulit!
Karena memandang sebelah mata tanpa ada bukti yang nyata!
Tapi, coba tukar posisi dengan orang yang dituduh dan difitnah.
Kalau memang berasa enak dan suka diperlakukan seperti itu, coba tukar posisi.
Gampang ya menuduh dan memfitnah oran?
Lantas? Apa kamu tau gimana akitnya dituduh dan difitnah tanpa ada bukti yang nyata?
Gampang ya ngatai orang MUNAFIK dan SOK ALIM?
Lantas? Apa kamu tau diri kamu yang sebenarnya?
Istigfar lah sebelum kamu terlambat untuk terus ngatai orang yang seperti itu.
Mungkin saja saat ini kamu sudah merasa sebat dengan ucapanmu.
Mungkin saja saat ini kamu bangga dengan amarah yang kamu keluarkan dan ucapan yang kamu sebut.
Tapi coba fikir perasaan orang dan sakitnya  dituduh dan difitnah.
Allah berfirman:”Hai orang-orang yang beriman! Jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebahagiaan dari prasangka itu adalah dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu mengumpat sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang diantaramu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.(AL-HUJURAAT. 49:12)

Senin, 29 Desember 2014

Belajar Husnudzon yuk



“Belajar Husnudzon yuk”
Ketika ada yang berprasangka buruk terhadap kita, belajar husnudzin saja. Tentu kita semua sudah paham apa itu husnudzon. Husnudzon atau positive thingking memang bukan suatu yang mudah apalagi mengenai urusan pribadi kita.
Sungguh betapa indahnya jika kita selalu mengedepankan husnudzon kepada saudara-saudara kita. Dengan husnudzon, bisa menimbulkan kedamaian. Jika kita mempunyai kunci permasalahn, yaitu dengan husnudzon maka kita bisa menetralisir semua masalah yang ada.
Dengan husnudzon juga bisa membuat persaudaraan kita lebih awet. Dan akhirnya, hidup pun jadi lebih indah. Dan yang perlu kita ingat, wahai saudaraku. Sedikit saja kita berprasangka buruk kepada saudara kita, maka itu sudah termasuk dosa. Dosa bukanlah sekedar berbuat zina, membantah orang tua, meminum khimar dan sebagainya. Tapi ternyata.. kita berprasangka buruk kepada saudara kita walau dalam takaran sedikit saja sudah termasuk dosa. Apalagi bila kita menambahkannya dengan bumbu dosa lainnya, yaitu ghibah. Na’udzubillahi min dzalik. Adakah diantara kita yang mau memakan bangkai saudaranya sendiri? Saya yakin tidak ada yang mau, tapi pernahkah kita bermuhasabah diri kembali, hari ini sudahkah kita berhusnudzon kepada saudara kita? Tentu  hal ini menimbulkan tanda tanya yang besar buat mereka yang tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Padahal tidak semua yang TAMPAK itu sesuai kenyataan. Dan bukankah salah satu karakteristik ahlu sunnah wal jama’ah adalah selalu mengedepankan husnudzondan mengajukan 1001 hujjah positif untuk saudaranya?
Jadi.. ayo kita kembali bermuhasabah diri dan tetaplah husnudzon dalam keseharian kita

Minggu, 28 Desember 2014

Renungan Malam



Dalam hidup ini,
Ada susah ada senang.
 Ada sedih ada gembira.
Ada benci ada rindu.
Ada sempit ada lapang.
Seperti roda yang berputar, bukan masalah kita sedang diposisi mana tapi apa yang kita lakukan saat berada diposisi manapun.
Maka kembangkan dua sayap kokoh yang akan menerbangkan dirimu. Syukur dan Sabar.
Syukur saat diberi nikmat, sabar saat diberi ujian.
Syukur saat Allah titipi, sabar saat Allah ambil kembali.
Syukur saat diamanahi, sabar saat Allah mengalihkan amanahnya.
Semoga kita tergolong hamba yang pandai bersyukur dan bersabar dalam hidup. Aamiin.

Kamis, 25 Desember 2014

Positive Thingking



Alhamdulillah berawal dari keinginan dan mimpi-mimpi yang terus dikatakan dengan baik. Dan terus dibicarakan, dipikirkan dan dilakukan, mencoba istiqomad dalam ber”positive” dalam segala hal. Hari ini banyak kabar baik dan hal-hal diluar dugaan terjadi. Meski didatangkan “ujian” pelajaran tentang apapun yang kita miliki kembali pada Allah dan titipan Allah, ketetapan Allah, tetap stay positive bahwa Allah pasti menggantikan dengan hal-hal yang indah yang terus ditancapkan dalam hati, adalah modal untuk jiwa agar tetap happy.
Dan lalu tiba-tiba saja  semua keinginan yang bahkan ada beberapa yang belum terucap tapi masih tersirat langsung di ijabah.
Jadi kesimpulan saya hari ini adalah teruslah berkata yang baik, yang positif, jangan takut bermimpi, dan bicarakan mimpi dan cita-cita kita, karena kata-kata adalah doa.. mungkin hanya berkata.. tapi sepelekan perkataan baik, berdoa dan mendoakan orang lain, jangan lupa Allah mendengarkan perkataan kita. Jadi teruslah berkata baik, berdoa baik dan berfikir positif tentang hidup dan keinginan kita.
Pahami semua yang kita miliki adalah titipan dari Allah, sertakan Allah dalam tiap langkah dan keinginan kita. Jika niat kita baik dan selalu berprasangka baik pada Allah. Insya Allah keinginan kita di ijabah oleh-Nya. Allah itu maha baik maha adil jadi jangan pernah takut untuk dikecewakan oleh Allah. Karena Allah satu-satunya yang tidak pernah mengecewakan kita. Beruntungnya kita, alhamdulillah punya Allah dalam hidup kita.
Semangat ya. Terus stay positive. Talk positive, pray positive, think positive do positive, atc positive and spread love and happiness everywhere. Dont forget to always gratefull and loving God.

Rabu, 24 Desember 2014

Renungan Diri



Kapan terakhir menangis karena nikmat-Nya??? Terkadang tanpa kita sadari... kita menangis, mengingat-Nya ketika kita diberi kesakitan, kesusahan, kita ingat pada-Nya. Tapi... apa pernah kita menangis ketika Allah berikan kita nikmat yang bertubi-tubi???
Saya yakin kebanyakan dari kita khususnya saya pun ketika diberi nikmat kadang lupa bahkan pura-pura pikun. Kita lupa siapa yang kasih kebahagian itu, siapa yang kasih nikmat itu...
Ada yang diberi nikmat dengan harta yang melimpah. Allah permudah segala urusannya. Allah lancarkan dagangannya. Allah baguskan jabatannya. Tapi setelah semua dirai??? Ia seakan lupa siapa yang kasih itu semua!!! Kita lebih asik menghabiskan waktu dengan meja kerja kita, dengan tumpukan kertas perjanjian bermiliyran rupiah. Kita korbankan waktu kita untuk Allah. Demi lembaran rupiah. Yang pada nantinya tidak akan dibawa keliang kubur!!!
Ada yang diberi kenikmatan dengan menikah, namun setelah menikah bukan menjadi semangat ibadah, malah menurun kualitas ibadahnya ! karena apa??? Mereka sibuk berkasih sayang. Hingga lupa siapa yang menyatukan mereka. Ingat! Suami, istri dan juga anak-anak itu juga merupakan ujian yang menghalangimu untuk dekat kepada-Nya.
Ada yang diberi kenikmata dengan kecantikan/ketampanan. Ia menjadi terkenal, karena fisik yang begitu indah. Hingga ia lupa siapa yang menciptakan itu semua!!! Ia bangga ketika dipuji, ia senang ketika di ingat. Sehingga tak terasa ada penyakit hati yang menggerogoti tubuhnya. Yaitu UJUB dan RIYA. Setiap harinya ia sibuk hanya mencari penilaian manusia semata. Ia lupa mencari wajah Allah.