Senin, 29 Desember 2014

Belajar Husnudzon yuk



“Belajar Husnudzon yuk”
Ketika ada yang berprasangka buruk terhadap kita, belajar husnudzin saja. Tentu kita semua sudah paham apa itu husnudzon. Husnudzon atau positive thingking memang bukan suatu yang mudah apalagi mengenai urusan pribadi kita.
Sungguh betapa indahnya jika kita selalu mengedepankan husnudzon kepada saudara-saudara kita. Dengan husnudzon, bisa menimbulkan kedamaian. Jika kita mempunyai kunci permasalahn, yaitu dengan husnudzon maka kita bisa menetralisir semua masalah yang ada.
Dengan husnudzon juga bisa membuat persaudaraan kita lebih awet. Dan akhirnya, hidup pun jadi lebih indah. Dan yang perlu kita ingat, wahai saudaraku. Sedikit saja kita berprasangka buruk kepada saudara kita, maka itu sudah termasuk dosa. Dosa bukanlah sekedar berbuat zina, membantah orang tua, meminum khimar dan sebagainya. Tapi ternyata.. kita berprasangka buruk kepada saudara kita walau dalam takaran sedikit saja sudah termasuk dosa. Apalagi bila kita menambahkannya dengan bumbu dosa lainnya, yaitu ghibah. Na’udzubillahi min dzalik. Adakah diantara kita yang mau memakan bangkai saudaranya sendiri? Saya yakin tidak ada yang mau, tapi pernahkah kita bermuhasabah diri kembali, hari ini sudahkah kita berhusnudzon kepada saudara kita? Tentu  hal ini menimbulkan tanda tanya yang besar buat mereka yang tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Padahal tidak semua yang TAMPAK itu sesuai kenyataan. Dan bukankah salah satu karakteristik ahlu sunnah wal jama’ah adalah selalu mengedepankan husnudzondan mengajukan 1001 hujjah positif untuk saudaranya?
Jadi.. ayo kita kembali bermuhasabah diri dan tetaplah husnudzon dalam keseharian kita

3 komentar:

  1. bagiku orang yang sirik sama aku itu adalah orang yang nge-fans sama aku alias penggemar beratku.. hahahaa

    BalasHapus
  2. husnudzon menentramkan hati. hati terasa begitu damai saat kita berhusnudzon dengan sesama :)

    BalasHapus
  3. yuk belajar husnudzon antar sesama :) keep positive thingking

    BalasHapus