“Belajar Husnudzon yuk”
Ketika ada yang berprasangka buruk terhadap kita, belajar
husnudzin saja. Tentu kita semua sudah paham apa itu husnudzon. Husnudzon atau
positive thingking memang bukan suatu yang mudah apalagi mengenai urusan
pribadi kita.
Sungguh betapa indahnya jika kita selalu mengedepankan
husnudzon kepada saudara-saudara kita. Dengan husnudzon, bisa menimbulkan
kedamaian. Jika kita mempunyai kunci permasalahn, yaitu dengan husnudzon maka
kita bisa menetralisir semua masalah yang ada.
Dengan husnudzon juga bisa membuat persaudaraan kita lebih
awet. Dan akhirnya, hidup pun jadi lebih indah. Dan yang perlu kita ingat,
wahai saudaraku. Sedikit saja kita berprasangka buruk kepada saudara kita, maka
itu sudah termasuk dosa. Dosa bukanlah sekedar berbuat zina, membantah orang
tua, meminum khimar dan sebagainya. Tapi ternyata.. kita berprasangka buruk
kepada saudara kita walau dalam takaran sedikit saja sudah termasuk dosa.
Apalagi bila kita menambahkannya dengan bumbu dosa lainnya, yaitu ghibah.
Na’udzubillahi min dzalik. Adakah diantara kita yang mau memakan bangkai
saudaranya sendiri? Saya yakin tidak ada yang mau, tapi pernahkah kita
bermuhasabah diri kembali, hari ini sudahkah kita berhusnudzon kepada saudara
kita? Tentu hal ini menimbulkan tanda
tanya yang besar buat mereka yang tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Padahal tidak semua yang TAMPAK itu sesuai kenyataan. Dan bukankah salah satu
karakteristik ahlu sunnah wal jama’ah adalah selalu mengedepankan husnudzondan
mengajukan 1001 hujjah positif untuk saudaranya?
Jadi.. ayo kita kembali bermuhasabah diri dan tetaplah
husnudzon dalam keseharian kita
bagiku orang yang sirik sama aku itu adalah orang yang nge-fans sama aku alias penggemar beratku.. hahahaa
BalasHapushusnudzon menentramkan hati. hati terasa begitu damai saat kita berhusnudzon dengan sesama :)
BalasHapusyuk belajar husnudzon antar sesama :) keep positive thingking
BalasHapus